5 Keunggulan Praktis yang Ada pada Smart City Jakarta

Hadirnya Smart City Jakarta membawa udara segar bagi pemecahan berbagai masalah di ibu kota. Bagi warga Jakarta sendiri, usai konsep Smart City diterapkan, terasa betul dampak dari pembangunan berkelanjutan tersebut. Tidak hanya pembangunan gedung, tetapi juga teknologi dan informasi. Berikut keunggulan Smart City yang ada di Jakarta.

  1. Terciptanya Co-working Space

Jakarta Smart City memiliki kantor operasi yang berbeda dengan kantor konvensional. Tidak ada sekat-sekat pada meja kerjanya. Setiap pegawai saling berinteraksi dalam satu ruangan terbuka. Terkesan santai, namun ada keseriusan di sana. Co-working diciptakan sebagai simbol adanya partisipasi serta kolaborasi dari masyarakat.

Kelak, konsep ruang kerja co-working akan lebih digunakan secara luas lagi. Di negara-negara maju, konsep ruangan seperti ini sudah marak diterapkan. Para pekerja hanya dihadapkan ke komputer. Asalkan tugas dan target sudah dilakukan dengan baik, mengenai waktu istirahat jadi lebih fleksibel. Co-working lebih menyediakan kebebasan untuk pekerja.

  1. Pegawai Negeri dan Pegawai Swasta Kerja Berdampingan

Inilah yang semula belum ada di Jakarta. Berkat kehadiran konsep Smart City, baik pekerja dari ranah negeri maupun swasta bisa bekerja dalam satu ruangan. Tujuannya agar koordinasi tim lebih efektif. Alhasil, proses kerja yang berjalan jadi terasa lebih transparan. Mungkin ini juga yang dimaksud dengan keterbukaan dalam lingkungan kerja.

Sikap keterbukaan memang perlu dikondisikan, bukan hanya diimbau saja. Dalam satu ruangan tersebut, baik tim data, pengembangan, analis, komunikasi, tim pengarsipan, serta tim monitoring bekerja secara berdampingan. Dengan Smart City, ruangan yang dibangun jadi terasa serba minimalis. Tentu sesuai dengan konsep dan budaya modern.

  1. Teknologi dan Data Sangat Diutamakan

Smart City Jakarta menjadi simbol pembaru di tahun-tahun belakang. Setiap pekerja bekerja sesuai data dan fakta. Untuk memudahkan proses, maka kebutuhan akan teknologi begitu dimaksimalkan. Jadi tidak terlalu menguras tenaga hanya untuk menjilid, membuat arsip, membentuk kesimpulan atas data, maupun pekerjaan lainnya.

Dalam ruang kerja, sudah dilengkapi dengan video surveillance serta IOC atau Inteligent Operational Center. Fitur tersebut digunakan untuk menganalisis setiap kejadian serta masalah yang terdapat di Jakarta. Setiap data yang hadir tentu dipadukan dengan laporan masyarakat, CCTV, serta Waze yang nantinya akan menciptakan analisis secara prediktif.

  1. Terdapat Command Center

Command Center merupakan jantung atau pusat dari segala aktivitas Smart City di Jakarta. Demi pemantauan secara real-time, maka terdapat layar LCD besar sesuai dengan konsep yang dicanangkan Smart City. Alhasil, kinerja pejabat maupun aparat bisa dipantau langsung. Tidak hanya itu. Informasi dari warga pun jadi mudah ditanggapi dan ditindaklanjuti.

Dengan adanya Command Center, pekerjaan yang semula menyita waktu bisa beres dalam waktu lebih singkat. Misalnya pada kasus banjir di Jakarta. Maka tim Command Center pun mengarahkan petugas Satpol PP, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah, serta petugas lain agar terjun ke lapangan. Jadi penanganan yang dilakukan bisa lebih cepat.

  1. Smart City di Jakarta Terbuka untuk Umum

Ke depannya, Smart City yang ada di Jakarta memang difungsikan untuk tujuan wisata baru bernuansa teknologi terbarukan. Salah satu pusat dari Smart City di Jakarta sudah melakukannya. Tepatnya yang ada di DKI Jakarta Blok B yang terbuka untuk umum setiap Sabtu dan Minggu antara pukul 09.00 sampai 16.00.

Keberlangsungan konsep Smart City Jakarta juga tidak terlepas dari peran Lintasarta sebagai penyedia komunikasi data terbaik di Indonesia. Lintasarta sudah bekerja lebih dari 30 tahun di bidang teknologi terbarukan. Tidak hanya penerapan konsep Smart City, tetapi juga pembentukan lajur jaringan dan berbagai upaya dalam memaksimalkannya.